Bebek adalah salah satu makanan favoritku. Alasannya sederhana, selain karena rasanya yang khas, juga karena aku sedikit jenuh dengan daging ayam. Bukan sombong, tapi menu masalah ayam begitu mudah ditemukan, - dari warteg, restoran cepat saji hingga restoran mahal di mall. Tidak demikian dengan menu bebek. Makanya kalau ada kesempatan, biasanya aku lebih memilih menu bebek dibandingkan ayam.
Ada beberapa waarung bebek yang menjadi favoritku belakangan ini. Aku bukan tipe pemburu kuliner. Aku hanya makan di tempat sekitarku saja, atau tempat-tempat yang sering kukunjungi karena dekat.
 |
| Nasi Bebek Khas Jatim |
Di bawah jembatan layang (
flyover) Kebayoran Lama, agak depan toko Kemenangan, ada warung bebek khas Jawa Timur yang menjadi kesukaanku. Aku mulai menemukan ini sejak kakakku masih tinggal di Gang Baru III (sekitar tahun 2009), dan kalau ada kesempatan (biasanya pagi) aku menyempatkan diri beli makan di sana. Bebeknya empuk, sambalnya tidak terlalu pedes. Ada sambal ijo yang maknyusss, tapi yang lebih membuatku kangen adalah bumbu khas yang gurih lezat (gak tahu namanya apa). Kekurangan tempat ini adalah lokasinya yang kurang higienis, serta ukuran bebeknya yang minimalis. Biasanya aku pesen 2 porsi bebek dengan 1 nasi putih. Harganya masih terjangkau, 14 ribu rupiah. Kalau cuma 1 bebek dan nasi putih, harganya cuma 8 ribu. Istriku yang biasanya tidak suka bebek pun menyukai makanan di tempat ini.
 |
| Nasi Bebek Rica |
Warung bebek favorit selanjutnya ada di daerah Halim, tepat di Jalan Permata, sampingnya kantor pusat BKKBN, Jakarta Timur. Aku menemukan tempat ini gak sengaja, waktu berniat mencari tempat alternatif buat makan siang. Pilihan makanan di sekitar kantorku cukup terbatas -- warteg ma padang --, jadi kadang aku bosan. Lokasi warung ini agak jauh kalau dijangkau dengan jalan kaki dari kantorku, tapi hitung-hitung olahraga, toh pulangnya bisa naik angkot. Daging bebek di warung ini dimasak rica, pedes banget menurut standardku. Sepertinya yang jual juga orang Jawa Timur, dan selain menyediakan menu nasi bebek rica, warung ini juga menyediakan nasi soto Surabaya. Harganya juga masih terjangkau, 12 ribu per porsi, dan ukuran daging bebeknya juga cukup, lebih besar dibanding yang ada di Kebayoran Lama.
Selanjutnya ada warung bebek dekat rumah yang cukup istimewa : Bebek Kremes dengan Sambel Gledek. Aku gak pernah makan di tempat, tapi beberapa kali istriku membeli untuk dimakan di rumah. Bebek gorengnya biasanya saja, tapi kremesnya banyak. Yang paling istimewa adalah sambelnya, super pedas. Pertama kali mencoba, aku langsung gak tahan. Untung saja mereka menyediakan pilihan sambel lain yang masih bisa diterima oleh lidah dan mulutku. Kalau rasa bebek gorengnya nya sendiri tergolong standard, hanya tidak keras. Tempatnya di Kemandoran, Jalan Raya Kebayoran Lama, persis samping Alfamidi. Harga per porsi 18 ribu, termasuk dapat lalapan dan dua jenis sambal.

Oh ya, ada satu restoran bebek yang menurutku istimewa : Bebek Bali. Sayangnya harganya masih kurang bersahabat untukku. Dua kali aku makan di tempat ini, semuanya dibayarin hehehe ... Pertama waktu masih di Lippo Cikarang, di Restoran Bebek Bali Cikarang yang menjadi satu dengan areal Waterboom. Waktu itu ada orang Jepang berkunjung ke kantor, dan kantor mengadakan jamuan makan di sana. Kali kedua makan di restoran Bebek Bali adalah dalam acara buka bersama di salah satu customer, lokasinya di samping TVRI.
Hmm.... sekali-kali pengen juga nyobain bebek peking di mall, kapan ya ada yang mbayarin :-? hehehe (mental gratisan kumat!!!)
0 comments:
Post a Comment