04 March 2011

Transit Busway Terpanjang

Salah satu manfaat menggunakan bus Transjakarta adalah kita bisa berpindah jalur tanpa harus membayar. Hanya saja ada beberapa tempat transit yang jarak tempuhnya cukup jauh, selain melelahkan juga menyita waktu. Ini yang membuat beberapa orang masih enggan untuk menggunakan Transjakarta, dan kembali memilih menggunakan kendaraan pribadi meskipun macet. Program busway-pun jadi kurang maksimal, karena menurutku, penyebab utama kemacetan di Jakarta adalah jumlah kendaraan yang sudah overdosis.
Mulai aktifnya koridor 9 membuatku penasaran tentang transit busway yang paling panjang. Makanya aku iseng-iseng, mumpung lagi ada waktu luang, melakukan "tour de busway", berkeliling Jakarta menggunakan bis Transjakarta sambil mengunjungi tempat-tempat transit yang menurutku cukup panjang. Agar aku tidak perlu bolak-balik menyeberangi jembatan transit, aku menyiasati dengan memilih rute sebagai berikut:
  • Slipi Kemanggisan ke Grogol
  • Grogol ke Harmoni
  • Harmoni ke Palputih
  • Palputih ke Senen
  • Senen ke Cempaka Timur
  • Cempaka Timur ke Pramuka BPKP
  • Pramuka BPKP ke Matramam
  • Matraman ke Cawang BNN
  • Cawang BNN ke Kuningan
  • Kuningan ke Dukuh Atas
  • Dukuh Atas ke Semanggi
  • Semanggi ke Slipi

Sengaja aku memilih waktu di luar jam sibuk, sehingga  penumpang bis tidak padat dan aku hampir selalu dapat tempat duduk.

Transit Semanggi, menghubungkan koridor 1 dan koridor 9,
adalah transit terpanjang saat ini.
Pengukuran yang kulakukan sangat sederhana, mungkin tidak terlalu akurat, hanya dengan mengandalkan langkah kaki. Soalnya kalau pakai meteran, bisa capek dan salah-salah malah dirazia satpol PP karena dianggap orang gila :). Sebisa mungkin aku mencoba stabil dalam melangkah dan berkonsentrasi penuh saat berhitung. Hasilnya adalah sebagai berikut:
  1. Transit Semanggi (Koridor 1 dan 9), 902 langkah
  2. Transit Cempaka Timur (Koridor 2 dan 10), 562 langkah
  3. Transit Dukuh Atas (Koridor 1 dan 4/6), 412 langkah
  4. Transit Grogol (Koridor 3 dan 9), 344 langkah
  5. Transit Pramuka BPKP (Koridor 4 dan 10), 344 langkah
  6. Transit Kuningan (Koridor 6 dan 9), 306 langkah
  7. Transit Matraman (Koridor 4 dan 5), 230 langkah
  8. Transit Senen (Koridor 2 dan 5), 180 langkah
  9. Transit BNN (Koridor 7 da 9), 148 langkah

Sebagai perkiraan, mungkin satu langkahku sekitar 0.6 meter, jadi silahkan dihitung-hitung sendiri halte mana yang paling melelahkan untuk dilewati. Ada beberapa halte yang memiliki tangga berundah sehingga cukup sulit mengukur seperti halte Senen, Cawang BNN, dan Cempaka Timur.

Transit Dukuh Atas,
bukan lagi transit terpanjang
Selain kesembilan tempat transit tersebut memang ada tempat transit lain, namun tidak kuperhitungkan karena masih dalam satu halte, seperti transit Central Harmoni, Cawang UKI, Pal Putih, dan sebagainya. Khusus halte Grogol, sebenarnya bisa transit ke beberapa koridor (tidak hanya antara 2 koridor), namun yang aku ukur hanya yang transitnya kurasa paling panjang.

Meskipun melewati transit ini terasa melelahkan, apalagi transit Semanggi, kita coba berpikir positif saja. Anggap aja ini sebagai kesempatan untuk kita berolahraga dan berkeringat, apalagi bagi yang bekerja di belakang meja dan tidak terbiasa banyak bergerak. Kata orang, meskipun sebentar olahraga itu tetap perlu bagi kesehatan kita. Hitung-hitung juga penghematan daripada harus berganti jenis angkutan, meskipun tidak seberapa.

2 comments:

andrefeb said...

menarik, kayaknya kita punya minat yang sama dengan transportasi umum.
kalo ada waktu silakan mampir di
http://maskomuter.wordpress.com

Anonymous said...

mantap gan, bisa buat pertimbangan dalam mengambil rute dengan transit terpendek