
Sejak kecil, setiap kali mendengar istilah jalur Pantura (Pantai Utara Jawa), dalam benakku selalu terbayang adanya jalan yang berada di pinggir pantai. Soalnya, kalau ngapain pakai sebutan pantai segala. Kalau sekedar mau nyebut jalur di bagian utara Pulau Jawa, kenapa gak cukup dibilang jalur utara jawa.
Beberapa kali aku melewati jalur Pantura, -- baik waktu SMA maupun saat kuliah --, dalam perjalanan Jakarta-Jogja atau Jogja-Bandung, aku hampir gak pernah melihat pantai di sepanjang jalan yang kulalui. Makanya aku selalu penasaran, sebenarnya pantainya ada dimana :)
Mungkin ada dua alasan utama kenapa aku gak melihat pantai di sepanjang jalur Pantura.
Pertama, karena aku biasa melintasi jalur itu pada malam hari. Kedua, mungkin karena aku hanya melewati jalur Pantura dari Jakarta-Semarang padahal jalur Pantura sendiri terbentang sampai Surabaya.Nah, baru setelah kerja, aku punya pengalaman bepergian sampai ke Surabaya melalui jalur Pantura, dan kadang-kadang aku bepergian di siang hari, baik dengan kendaraan pribadi, bus maupun kereta api. Di situlah baru aku menemukan pantai di sepanjang jalur Pantura. Ada yang cukup jauh, api ada yang cukup dekat, sampai sepertinya jalan menyatu dengan pantai.
Jalur darat
Ketika kita menggunakan kendaraan pribadi atau bus melintasi jalur Pantura, kita akan menemukan beberapa titik yang sangat dekat dengan pantai. Namun memang titik-titik tersebut lebih banyak ditemukan di jalur Semarang-Surabaya, dibandingkan Jakarta-Semarang.Untuk jalur Jakarta-Semarang, yang pernah kulihat, kita bisa melihat pantai di daerah Cirebon/Brebes, dan Tegal. Khususnya di Tegal, pantai dengan deretan pohon kelapa bisa kita saksikan dengan cukup jelas, meskipun jaraknya masih lumayan, sekitara 100-200m.
Namun untuk jalur Semarang-Surabaya, aku bisa langsung merasakan hembusan angin pantai ketika melintasi daerah Rembang dan Tuban. Di Rembang, ketika memasukin pantai Sluke, jalan benar-benar menyatu dengan pantai, benar-benar pemandangan yang indah. Bentuk jalan yang berkelok-kelok mengikuti bentuk pantai, sementara di sisi lainnya adalah perbukitan dengan hamparan sawah yang hijau, sungguh perpaduan antara alam pantai dan bukit yang cukup indah.
Sementara di Tuban, hampir sepanjang waktu kita akan "bersentuhan" dengan pantai. Jarak antara jalan dengan pantai mungkin cuma sekitara 5-50 meter. Dulu, terminal Tuban benar-benar berada di tepi pantai. Dari arah Semarang, saat memasuki kota Tuban, kita akan segera disambut dengan deburan ombak dan warung-warung seafood yang berjejer di tepi jalan.Dan sekarang, Tuban membangun terminal baru yang cukup besar, dengan melakukan reklamasi pantai. Jadi saat memasuki terminal itu, rasanya seperti berada di tengah pantai :)
Namun jalur Tuban-Surabaya tidak lagi berdekatan dengan pantai. Meski aku sendiri belum terlalu yakin, soalnya baru sekali melewati jalur itu.
Jalur Kereta
Kereta api masih menjadi jalur favoritku. Makanya beberapa kali aku memilih naik kereta api kalau pulang kampung.
Di jalur Pantura, kayaknya jalur kereta api cuma sampai Semarang. Dari Semarang ke arah timur, jalurnya belok ke arah Purwodadi, Bojonegoro dan Surabaya, yang sepertinya agak ke tengah di bandingkan utara.Nah, setelah mengalami naik kereta di siang hari, baru terlihat adanya pantai. Di daerah Kendal kalau gak salah, lintasan kereta bener-bener berada di pinggir pantai, jadi pantainya bisa terlihat jelas, paling-paling cuma jaran10-50 meter. Udah gitu lintasan di pinggir pantai ini cukup panjang juga, bisa 1 km lebih. Puas deh ngeliatin pantai.
Berbeda dengan daerah Sluke, dimana sisi lain dari jalan adalah bukit+sawah, di sini sebelah selatan dari lintasan kereta api adalah hutan ... bener-bener hutan, cukup lebat juga.Mungkin alas roban, tapi aku gak berani memastikan.
0 comments:
Post a Comment