Setiap kali ada temanku mau ke Jogja dan minta aku nemenin dia jalan-jalan, aku selalu bingung, harus ngajak kemana. Apalagi kalau orang itu udah pernah ke Jogja. Mau ngajak ke Malioboro, bosen juga, apalagi biasanya tiap orang yang pernah ke Jogja, pasti udah pernah ke sana. Mau ngajak ke Prambanan atau Borobudur, jauh. Ke Parangtritis atau Kaliuran juga cukup jauh, apalagi aku gak ada kendaraan pribadi. Kalau naik angkutan umum, aku gak cukup pengalaman, dan gak yakin mau ke arah mana (hehehehe. ... makluk, dari dulu aku paling jarang jalan-jalan ke tempat-tempat wisata di sekitar Jogja, kecuali aja yang ngajak).Jadi, beberapa kali kejadian, kalau ada teman yang pengen ikut aku ke Jogja terus ngajak jalan-jalan, biasanya aku bawa dulu dia mengunjungi "taman bermain"ku, tempat aku habiskan masa kecilku, dari SD sampai SMU (Soalnya sebelum SD aku tinggal sama saudara di kota, sementara selepas SMU aku merantau ke Bandung).
Tempat bermainku gak jauh dari rumah. Sejak kecil memang aku jarang bermain jauh-jauh, lebih suka menghabiskan waktu di rumah, mengerjakan hobiku sendirian, sambil jalan-jalan sendirian di sekitar rumah. Taman bermainku adalah sawah dan sungai, dengan segala isinya. Semuanya bisa dipakai untuk bermain, baik waktu sendirian ataupun waktu bersama teman.Setelah beberapa bulan gak mampir, long weekend kemarin aku sempatkan untuk mampir ke rumah di Sleman. Selain ngunjungin orangtua, sekaligus ngurus perpanjangan KTP yang sudah habis tepat pada bulan ini juga. Meskipun agak berat juga ninggalin kerjaan yang bejibun, tapi aku usahakan buat menikmati liburan ini semaksimal mungkin, sapa tahu bisa jadi penyegaran dan nambah semangat buat kerja.
Meski cuma sebentar, tak lupa aku "menjenguk" taman bermainku, areal persawahan dan sungai di kaki gunung merapi. Meski masih berada dalam jarak aman dari ancaman meletusnya gunung ini, namun dari tempatku gunung Merapi sudah bisa terlihat jelas, termasuk lahar kemerahan yang sering mengalir, akan nampak jelas pada waktu malam cerah.Meskipun tidak terlalu mencolok, sudah banyak yang berubah dari taman bermainku. Areal persawahan sudah makin menyempit, karena beberapa tempat dialihfungsikan menjadi hunian tempat tinggal, atau tempat usaha. (Malah ada yang bikin kandang ayam di tengah sawah). Tapi gubuk-gubuk masih tetap ada, jadi aku bisa nongkrong, menikmati hamparan padi menguning, sambil merasakan sejuknya angin pedesaan.
Waktu jalan-jalan di sawah, aku disambut oleh salah satu kawan lama (hehehehe ... ). Ada belalang tiba-tiba nemplok di lengan kiriku, mungkin kangen dia, atau jangan-jangan dia penghuni baru yang ingin berkenalan denganku. Dengan sedikit susah payah, pakai satu tangan aku coba motret kawan ini. Dapat juga, meski fokusnya agak meleset ke arah baju.Salah satu tempat yang gak pernah kulewatkan ketika aku mampir pulang adalah sungai dan bendungan. Di sungai itulah dulu aku selalu mandi, pagi-sore. Waktu itu belum banyak penduduk yang punya kamar mandi, jadi segala aktifitas MCK dilakukan di sungai. Air sungai masih cukup jernih, apalagi alirannya gak deras, sungainya pun gak seberapa, jadi gak terlalu kuatir adanya banjir.
Sebagai tempat bermain, sungai benar-benar menyenangkan di masa kanak-kanakku dulu. Di sinilah aku belajar berenang, menyelam, salto dan mencari ikan (meski gak suka mancing). Kadang-kadang bisa lebih dari 3 kali aku mandi, meski sebenarnya cuma main-main aja. Air sungainya juga masih cukup alami, belum banyak kena limbah industri. Paling parah hanyalah limbah sawah dan rumah tangga. Bendungan menjadi salah tempat favorit karena genangan airnya cukup dalam untuk berenang, dan dari atas beton bendungan aku bisa mempraktekkan kemampuan lompat indahku (aku ingat suatu saat pernah nyoba salto, dengan timing yang buruk akhirnya punggungku yang jatuh duluan .... panasnya minta ampun )Sekarang sungai sudah cukup banyak berubah. Sudah jarang yang mandi di sini, airnya juga
sudah lebih keruh, endapan lumpur juga makin banyak, membuat gak nyaman lagi untuk dipakai berenang, karena kedalaman yang berkurang dan terkesan kotor. Di sepanjang sungai sekarang udah banyak kolam-kolam ikan, yang sering dipakai sebagai kolam pemancingan. Hampir setiap sabtu-minggu selalu ramai orang mancing di situ (dalam hati aku mikir, apa sih asyiknya mancing ikan :-? ).Jadi ingat dulu waktu kecil, saat bermain di sungai, teduh dan tenang di bawah rimbunnya pepohonan, dengan merdunya gemericik air serta kicauan burung-burung, aku pernah berpikir, mungkinkah sungai ini bisa dijadikan objek wisata. Mungkinkah taman bermainku ini tetap asri, bisa menjadi tempat peristirahatan yang nyaman. Yah, mimpi kanak-kanak memang kadang aneh, dan naif :)
6 comments:
halo yud :) kabarku baek. postingannya bikin pengen pulang ke jogja. hehehe
waaah...Merapi, my mountain... dah mau njeblug tu Yud kyknya bntar lagi... mg2 smua gak papa yaa...
Iya betul ... moga-moga ndak ada korban jiwa, malah bikin tambah subur-makmur, gemah-ripah, loh-jinawi :D
Ayo .. mudik-mudik ....
Satu pertanyaan, siapakah wanita itu? :p
Wah, sebagai warga Sleman...asyik juga ya kalo dulu main2...airnya msh bening2... ^^
Yudiiiii, update doooonk!!! :))
kamu gak ada ya di foto, kamana aja sih kamu??eheheee...
wow,,,,the classic blog...nce to ur blog maz....
Post a Comment