05:53:34 PM - Jam di perempatan BI
Berkali-kali ngelewatin tempat ini, gak pernah perhatikan kalau di tengah perempatan ada jam. Jam-nya terkesan dah kuno, model klasik dan polos. Jadi teringat akan banyaknya jam yang terpasang di ruang publik di kota-kota besar, tapi sebagian besar gak berfungsi dengan baik. Ada yang gak berfungsi, ada yang berfungsi tapi gak tepat waktu yang ditunjukin. Kadang-kadang ada 4 jam pada lokasi yang sama, tapi setiap jam menunjukkan waktu yang beda ... lah opo tumon!!!Mungkin, kalau disambung-sambungin, ketidaktepatan waktu yang ditampilkan pada jam-jam yang terpasang di ruang publik itu, menunjukkan bahwa waktu memang belum terlalu dihargai di tempat ini. Jadi jam di tempat publik tidaklah dianggap sebagai sesuatu yang vital. Padahal, seharusnya kan jam di tempat publik seharusnya bisa menjadi patokan atau standard. Kalau gak ada standard, ya, telat pun gak bisa disalahin ... tinggal muter jam tangan sendiri, dan bilang "Jam saya belum telat kok" :))
05:54:00 PM - Polisi dan kendaraannya
Jam-jam seperti ini, polisi dikerahkan di jalur-jalur padat. Yah, meski belum tentu bisa memperlancar arus lalu-lintas yang sangat padat, tapi setidaknya adanya petugas bisa menghalangi pengguna jalan yang tidak bertanggung jawab, yang sering serobot sana serobot sini, yang pada akhirnya justru bikin kemacetan makin parah. Khusus untuk lintasan ini, polisi juga bisa punya kerjaan sambilan -- ngawasi orang-orang nekat atau orang-orang bodoh yang masuk jalur 3in1 meski cuma sendiri atau duaan :D , dendanya lumayan juga tuh.05:56:48 PM - Sudut BI
Wah, gak nyangka ada tempat seperti ini. Bagus juga buat nongkron di sore hari, tapi jangan nongkrong di siang bolong .... bisa gosong terbakar panasnya jakarta :))Sayangnya lagi, tanaman yang ada di sekitar ini cenderung hampir mati, entah karena baru, atau karena gak diurus. Dengan adanya bambu penyangga tanaman, agak merusak keindahan eksterior tempat ini.
Kalau para tukang ojek yang nongkrong di sebelahnya .... hmmmm ... bikin rame lah.
06:01:28 PM - Rutinitas Jakarta
Yah, seperti inilah Jakarta di sore hari, macet dah jadi rutinitas. Menurut mas Prie GS, ada 3 jenis penyebab kemacetan. Karena jumlah kendaraan yang meningkat, karena kurangnya kesadaran pengguna jalan, dan karena ada pejabat lewat :)) Apa yang terjadi sore itu, jelas karena alasan pertama, soalnya semua berjalan teratur, dan gak terdengar bunyi sirene tanda adanya penjahat .. eh ... pejabat yang lewat.Dulu, waktu masih tinggal di Jogja nan nyaman, kemacetan hanya terjadi karena alasan kedua, makanya tiap kali ada macet ... wuiiihhh, klakson dan umpatan akan segera bergema. Makanya waktu pertama merantau di rimba Jakarta ini agak heran, kena macet kok adem-ayem aja. Ternyata macet di sini dah jadi konsekuensi, makanan sehari-hari, jadi ngomel-ngomel gak ada gunanya, bikin tambah laper aja :))
Di jalur busway, terlihat sangat kontras karena begitu lenggang. Apa busway terkena macet juga? Mungkin. Soalnya jalur busway di daerah Gajahmada juga gak terlalu lancar ...
06:02:10 PM - Berbagi Suami
Seorang ibu terlihat duduk tenang, sendirian di sebuah halte. Entah nunggu seseorang, atau sekedar nunggu angkutan buat pulang. Di atasnya, terpampang poster film yang baru mau beredar, dengan judul yang cukup unik "Berbagi Suami". Beberapa hari sebelumnya aku sempat membaca sekilas buku yang mengulas film tersebut, dan dari buku itu aku sedikit tahu kalau film ini berkisah tentang 3 wanita yang secara kebetulan mempunyai kesamaan .. "mereka harus berbagi suaminya dengan wanita lain". Yang cukup menarik adalah ketiga wanita itu memiliki latar belakang yang beda. Kayaknya film ini cukup menari juga.Mungkinkah ibu yang duduk di halte itu juga sedang "berbagi suami"?? Moga aja gak, lah
Tapi kalau aku perhatikan, film-film nasional sekarang sudah berani mengambil tema yang "kurang populer". Dari yang aku amati, ada cerita tentang pergumulan seorang gay (Arisan), lesbian (Detik Terakhir), kisah pengantar film (Janji Joni), kepribadian ganda (Soulmate) dan kisah-kisah horor yang cukup variatif. Salut deh, meski masih males nonton film-film indo di bioskop :D
PS: barusan baca blognya rani, eh ada cerita tentang film ini. :D
1 comments:
hehehe yudi, kamu ini ngambil obyek gak kira2 dech, ibu2 lagi ngelamun eeeh dijepret jugak :)
makasih yaa yudi ucapannya, kok kamu inget :p
Post a Comment