10 February 2006

Lost in Changi

Bener-bener pengalaman unik yang nggak bakal terlupakan. Untuk pertama kali menginjakkan kaki di Singapore, gak ada kenalan, dan duit terbatas. Meski aku ke sana untuk ketemu dengan seseorang, -- untuk mengantar barang ke orang itu--, tapi sungkan juga kalau harus merepotkan orang yang gak kukenal itu.

Kejadian berawal dari sebuah telepon ... yup sebuah telepon dari Mr. Cham. Dia minta tolong bosku untuk mengantarkan barang ke Singapore. Karena barangnya dalam jumlah kecil dan perlu segera dikirim, dirasa kurang efisien kalau harus pakai jasa pengiriman resmi. Bosku setuju dan langsung menawarkan kepadaku untuk pergi. Karena waktu itu gak ada orang lain yang punya passport, dengan berat hati (hehehe ... padahal seneng) aku terima tugas itu. Tanpa persiapan apa-apa, dan buru-buru, aku segera berangkat ke Bandara, naik taksi!

Emang dasarnya aku selalu sial kalau keadaan lagi buru-buru. Yah, seperti saat itu, aku harus kehilangan duit dalam jumlah besar :(. Itu terjadi gara-gara terburu-buru, jadi aku kurang teliti bawa duitnya, ditambah lagi dengan "kepanikan" Mr. Cham, yang hampir tiap 10 menit nelpon, memastikan apa aku jadi berangkat atau gak. Udah gitu, aku terpaksa ngasih "uang kopi" (istilah baru, selain "uang rokok") ke petugas boarding, dah harus merelakan gunting kuku + korek api, karena gak boleh dibawa masuk pesawat.

Tapi dibalik musibah, ada hikmatnya. Setidaknya aku bisa merasakan pesawat yang mahal, menikmati suasana bandara internasional Changi yang mewah, dan menghirup udara Singapore yang cukup bersih. Sampe di bandara Changi sekitar jam 11 malam, waktu setempat. Setelah sukses melewati imigrasi dan custom, aku serahkan barang titipan itu ke pihak yang berwenang, yang udah nunggu aku lama di Bandara. Urusan beres dan .... hmmm .. bingung mau ngapain.

Aku gak punya banyak waktu di Singapore, soalnya tiket kembali sudah dipesan, jam 10 pagi. Benar-benar kejam ... apalagi waktu di Singapore 1 jam lebih awal dibanding Jakarta. Malam itu, aku mencoba menikmati suasana malam di Changi. Dengan uang seadanya, rasanya sayang kalau harus menginap di hotel. Bosku bilang, bandara Changi sangat lengkap. Ada teater, ada kolam renang (:p~), pertokoan lengkap dan bahkan ada tempat duduk nyaman, khusus untuk pengunjung yang akan istirahat. Jadi, di tengah malam itu aku coba mengelilingi bandara (waktu itu aku udah berada di luar terminal).

Aku nemuin beberapa tempat makan, money changer, McD 24 jam dengan layanan internet gratis, ruang tunggu (dengan kursi biasa yang gak terlalu nyaman kalau dipakai duduk) dan pusat informasi. Sama sekali gak ada kemewahan seperti yang kubayangkan :(

Setelah beberapa kali mutar-mutar di bagian luar terminal 2, aku putuskan untuk istirahat. Bukan nyari hotel atau penginapan, aku sengaja mau tidur di bandara. Ada 2 tujuan. Pertama, untuk menghemat biaya, kedua agar aku besok punya waktu untuk jalan-jalan sebentar di kota ini. Soalnya kalau menginap di hotel, aku gak yakin bisa bangun pagi :))
Jadi aku tidur di bandara, di kursi tunggu, gak perduli puluhan orang lalu-lalang... gak kenal ini :D Oh ya, sebelum tidur, aku sempat minta peta Singapore ke bagian informasi, gratis. Jadi aku bisa sedikit buat rencana, mau ngapain besok pagi. Nekat aja ....

Besoknya, barulah aku bisa menikmati keindahan Bandara Internasional Changi. Setelah checkin dan masuk ke Terminalnya, wah, emang mewah. Di dalam banyak toko (standarlah, di bandara lain juga ada, meski tentu saja jauh lebih mewah dibanding CGK), tapi harganya tetap aja mahal. Ada internet gratis, termasuk meja khusus bagi mereka yang bawa notebooknya, meski aksesnya dibatasi selama 15 menit. Cukup kenceng juga bandwithnya. Di sini sempat online bentar, chat ma teman kantor :D. Cafe + resto tentu aja ada, ditambah dengan televisi layar lebar dengan sofa yang sangat nyaman. Ada juga kolam ikan koi ... melengkapi keindahan taman dalam bandara itu, dan semua tanaman di sana asli, gak bukan imitasi kayak di CGK.

Meskipun aku gak sempat ngunjungin kolam renang ataupun teaternya, tapi aku sempat juga merasakan kursi nyaman yang bisa buat tidur nyenyak. Sayangnya, aku gak berani tidur, ... bisa-bisa ketinggalan pesawat, lebih repot lagi ntar.

Kapan ya bisa datang lagi :-? .........

1 comments:

Anonymous said...

hmmm..interesting..artinya kursi nyaman itu yg ada di ruang transit lt 3 khAn ya? makin penasaran dan pengen ngerasAIN BUbu di changi, buat irit2 semalam..thankz bro infonya