Bandung Lautan Mal
Kota kembang yang sudah bertaburan mal
Waktu pertama kali datang ke Bandung, sepuluh tahun yang lalu, seingatku belum banyak mal. Waktu itu aku cuma ingat BIP (Bandung Indah Plaza, yang kadang disebut Plasa Bandung Indah), Sultan Plasa (di Cihampelas). Yah, setidaknya dua tempat tersebut paling sering kukunjungi semasa tahun-tahun awal kuliah, karena cukup dekat dengan kampus. Di tempat lain mungkin juga ada, tapi aku gak terlalu kenal.
Tempat-tempat keramaian lain masih kurang layak disebut mal, seperti Pasar Baru dan Kebon Kelapa, meski sekarang sudah direnovasi.
Selama 5 tahun aku kuliah, mal-mal baru mulai bermunculan. Mulai dari BEC (yang mau menjadi pusat elektronik), IP (Istana Plasa), BSM (Bandung Super Mal, yang megah tapi sepi karena terkesan mahal), dan BTC (Bandung Trade Center, yang menawarkan barang kualitas mal harga pasar :) ). Lokasi mal-mal pun mulai terpencar.
Setelah lulus kuliah, muncul lagi Molis di daerah lingkar selatan, yang pembangunannya bermasalah karena katanya pengembangnya gak bertanggung jawab. Selanjutnya muncullah Ciwalk di Cihampelas, yang lokasinya deket banget dengan kampus :) Kemunculan Ciwalk ini tampaknya membuat Sultan Plasa menjadi "mati". Terakhir aku lihat, plasa itu gak lagi beroperasi, entah akan dibongkar atau direnovasi. Selain itu, yang pasti jalan Cihampelas yang sempit itu jadi semakin padat dan macet.
Saat bulan Agustus kemarin aku ke Bandung bersama teman-teman kantor, ada satu mal yang baru selesai, Braga City Walk. Sesuai namanya, ada di jalan Braga. Aku pernah denger, kalau jalan Braga punya kenangan bersejarah bagi pariwisata kota Bandung, ibarat Malioboro di Jogja. Sayangnya waktu kami mampir ke sana, masih cukup sepi dan sedang direnovasi, jadi masih ribut dengan aktivitas proyek. Counternya juga kurang banyak. Makanya kami gak terlalu lama di sana, jadi kurang begitu mengenal isi mal baru tersebut.
Kedua mal terakhir, Ciwalk dan BCW, nampaknya dikembangkan dengan konsep yang agak berbeda dengan mal-mal sebelumnya. Kata temanku yang biasa jalan-jalan keluar negeri ... hiks, hiks, jadi ngeler ... konsep Ciwalk seperti mal-mal di Singapore, dimana areal mal tidak terbatas di dalam gedung, tapi juga di luar gedung. Deretan cafe dan counter tidak terpusat dalam satu gedung, namun berdiri sendiri-sendiri dalam satu areal pedestrial dan taman. Pengunjung dapat berjalan-jalan di udara terbuka, namun tetap bisa menikmati pemandangan cafe dan gerai-gerai busana. Apalagi lokasi Ciwalk berada di daerah atas, sehingga udaranya lebih sejuk, dan masih banyak pepohonan besar di sekitar daerah itu. Pokoknya beda deh :)
Satu lagi yang menarik di Ciwalk, ada smoking area di foodcourt yang terletak di sisi Timur, pada bagian paling atas. Smoking area ini ternyata suatu "teras", dengan udara terbuka. Dari tempat ini kita bisa memandang daerah Taman Sari Bawah (termasuk kebon binatang), kawasan Ciumbeuleuit, dan juga jembatan Paspati yang megah (sayangnya, terakhir aku kesana sudah dibangun areal parkir bertingkat yang menutup pemandangan jembatan itu).
PS: Ada satu "mal" lagi yang sempat populer di Bandung, yaitu Cimol, alias Cibadak Mal. Mal yang satu ini bukan berbentuk gedung, melainkan di sepanjang jalan Cibadak. Mal ini terkenal karena menyediakan pakaian-pakaian import yang murah. Jika pinter, kita bisa mendapat baju yang bagus dengan harga sangat murah. Sayangnya, karena sifatnya yang tidak resmi, keberadaan "mal" ini menuai protes pedagang asli setempat, terus dipindah ke lapangan Tegalega. Terakhir katanya dipindah lagi ke daerah Pasar Gedebage.
Waktu pertama kali datang ke Bandung, sepuluh tahun yang lalu, seingatku belum banyak mal. Waktu itu aku cuma ingat BIP (Bandung Indah Plaza, yang kadang disebut Plasa Bandung Indah), Sultan Plasa (di Cihampelas). Yah, setidaknya dua tempat tersebut paling sering kukunjungi semasa tahun-tahun awal kuliah, karena cukup dekat dengan kampus. Di tempat lain mungkin juga ada, tapi aku gak terlalu kenal.Tempat-tempat keramaian lain masih kurang layak disebut mal, seperti Pasar Baru dan Kebon Kelapa, meski sekarang sudah direnovasi.
Selama 5 tahun aku kuliah, mal-mal baru mulai bermunculan. Mulai dari BEC (yang mau menjadi pusat elektronik), IP (Istana Plasa), BSM (Bandung Super Mal, yang megah tapi sepi karena terkesan mahal), dan BTC (Bandung Trade Center, yang menawarkan barang kualitas mal harga pasar :) ). Lokasi mal-mal pun mulai terpencar.
Setelah lulus kuliah, muncul lagi Molis di daerah lingkar selatan, yang pembangunannya bermasalah karena katanya pengembangnya gak bertanggung jawab. Selanjutnya muncullah Ciwalk di Cihampelas, yang lokasinya deket banget dengan kampus :) Kemunculan Ciwalk ini tampaknya membuat Sultan Plasa menjadi "mati". Terakhir aku lihat, plasa itu gak lagi beroperasi, entah akan dibongkar atau direnovasi. Selain itu, yang pasti jalan Cihampelas yang sempit itu jadi semakin padat dan macet.
Saat bulan Agustus kemarin aku ke Bandung bersama teman-teman kantor, ada satu mal yang baru selesai, Braga City Walk. Sesuai namanya, ada di jalan Braga. Aku pernah denger, kalau jalan Braga punya kenangan bersejarah bagi pariwisata kota Bandung, ibarat Malioboro di Jogja. Sayangnya waktu kami mampir ke sana, masih cukup sepi dan sedang direnovasi, jadi masih ribut dengan aktivitas proyek. Counternya juga kurang banyak. Makanya kami gak terlalu lama di sana, jadi kurang begitu mengenal isi mal baru tersebut.
Kedua mal terakhir, Ciwalk dan BCW, nampaknya dikembangkan dengan konsep yang agak berbeda dengan mal-mal sebelumnya. Kata temanku yang biasa jalan-jalan keluar negeri ... hiks, hiks, jadi ngeler ... konsep Ciwalk seperti mal-mal di Singapore, dimana areal mal tidak terbatas di dalam gedung, tapi juga di luar gedung. Deretan cafe dan counter tidak terpusat dalam satu gedung, namun berdiri sendiri-sendiri dalam satu areal pedestrial dan taman. Pengunjung dapat berjalan-jalan di udara terbuka, namun tetap bisa menikmati pemandangan cafe dan gerai-gerai busana. Apalagi lokasi Ciwalk berada di daerah atas, sehingga udaranya lebih sejuk, dan masih banyak pepohonan besar di sekitar daerah itu. Pokoknya beda deh :)
Satu lagi yang menarik di Ciwalk, ada smoking area di foodcourt yang terletak di sisi Timur, pada bagian paling atas. Smoking area ini ternyata suatu "teras", dengan udara terbuka. Dari tempat ini kita bisa memandang daerah Taman Sari Bawah (termasuk kebon binatang), kawasan Ciumbeuleuit, dan juga jembatan Paspati yang megah (sayangnya, terakhir aku kesana sudah dibangun areal parkir bertingkat yang menutup pemandangan jembatan itu).PS: Ada satu "mal" lagi yang sempat populer di Bandung, yaitu Cimol, alias Cibadak Mal. Mal yang satu ini bukan berbentuk gedung, melainkan di sepanjang jalan Cibadak. Mal ini terkenal karena menyediakan pakaian-pakaian import yang murah. Jika pinter, kita bisa mendapat baju yang bagus dengan harga sangat murah. Sayangnya, karena sifatnya yang tidak resmi, keberadaan "mal" ini menuai protes pedagang asli setempat, terus dipindah ke lapangan Tegalega. Terakhir katanya dipindah lagi ke daerah Pasar Gedebage.














